Minggu, 01 Januari 2012

Bab III

BAB  III
METODOLOGI PENELITIAN



A.    Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah:
1.      Terdapat hubungan antara manajerial kepala sekolah dengan Ketahan-malangan guru SMK di Kabupaten Subang..
2.      Terdapat hubungan ketahan-malangan dengan Ketahan-malangan guru SMK di Kabupaten Subang..
3.      Terdapat hubungan manajerial kepala sekolah dan ketahan-malangan secara bersama-sama dengan Ketahan-malangan guru  SMK di Kabupaten Subang.

B.     Tempat dan Waktu Penelitian
  1. Tempat Penelitian
      Penelitian dilaksanakan pada SMK di Kabupaten Subang wilayah utara. Diantaranya :
Tabel 1
Jenis dan Jumlah Sekolah di Kabupaten Subang

No
Nama Sekolah
1
2
3
4
5
6
SMK Negeri Cipunaga
SMK Negeri 2 Binong
SMK Radita Yudha
SMK Bina Putra Binong
SMK Da’arul Muarif
SMK Bina Mandiri
2.      Waktu Penelitian
                  Waktu penelitian dimulai pada bulan Junli 2011 sampai dengan bulan Nopember 2011. Berikut jadwal penelitian yang dilakukan.
Tabel 2
Grantt Chart Rencana Aktivitas Penelitian
No
Kegiatan
Agustus 2011
Sept 2011
Oktober 2011
Nopemb 2011
Desemb 2011

Minggu Ke
Minggu Ke
Minggu Ke
Minggu Ke
Minggu Ke

1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Penelitian Pendahuluan




















2
Menyusun Proposal




















3
Seminar Proposal




















4
Penyusunan Instrumen




















5
Uji Coba Instrumen




















6
Menjaring Data




















7
Tabulasi dan Analisis Data




















8
Menyusun Naskah Tesis




















9
Ujian Tesis














































3.      Metode penelitian

Metode adalah cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode survei dengan teknik korelasional. Penggunaan metode dan pendekatan ini mengingat tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai yang terjadi pada saat sekarang.



1.      Disain Penelitian
Disain hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan dalam konstelasi masalah sebagai berikut:


 








Gambar 1. Konstelasi Penelitian

Dimana:           X1        =  Manajerial kepala sekolah
                    X2        =  Ketahan-malangan
                    Y         =  Motivasi berprestasi

2.      Bentuk Penelitian Kuantitatif
Bentuk penelitian kuantitatif adalah menggunakan metode survei dengan teknik korelasional. Penggunaan metode dan pendekatan ini mengingat tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai yang terjadi pada saat sekarang. Metode penelitian yang ditempuh dalam melaksanakan kegiatan untuk meneliti hubungan antara variabel bebas 1 dan variabel bebas 2 dengan variabel terikat yaitu Manajerial kepala sekolah (X1) dan Ketahan-malangan (X2) dengan Ketahan-malangan (Y).

D. Populasi dan Sampel

1.      Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Subang wilayah tengah dan utara. Populasi terjangkau adalah guru SMK di Kabupaten Subang.
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK yang berjumlah 424 orang dan tersebar di 8 SMK Se-Kabupaten Subang. Sedangkan populasi terjangkau adalah para guru SMK yang berjumlah 454 orang tersebut diambil sampel sebanyak 40 orang

2.      Sample
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan secara proporsional random sampling.[1] adalah teknik Stratified Random Sampling , yaitu teknik pengambilan sampel dengan terlebih dahulu membagi populasi menjadi kelas-kelas atau sub populasi yang kemudian setiap sub populasi diambil sampelnya secara random. Populasi terjangkau dibuat daftar. Sampel dari kerangka sampling ditentukan secara proporsional jumlah sampel sehingga jumlah sampel diperoleh 40 guru. Dari 7 SMK di Kabupaten SubangKabupaten Subang diambil secara acak 7 SMK di Kabupaten SubangKabupaten Subang dengan jumlah guru 210 orang. Teknik pengambilan sampling dengan rumus slovin dengan uraian sebagai berikut :

n     =   Sampel
N    =   Populasi
e     =   margin kesalahan (0,01)
67, 74 dibulatkan menjadi 68

Tabel 3
                                                   Data Sampel Penelitian     

No
Nama Sekolah
Jumlah
Perhitungan
Sampel
Sampel
1.
MTs Negeri Kasomalang Subang
50

16
8
2.
MTs Darusalam
30
10
4
3.
MTs Riyadus Sholihin
30
10
4
4.
MTs Miftahul Ullum
30
10
4
5.
MTs Al-Wutsqo
20
7
3
6.
Mts Al-Ikhlas

20
7
3
7.
MTs Rumnawati
30
10
4
Jumlah
210

70
30

Secara rinci jumlah sampel yang dijadikan bahan penelitian, dapat dilihat pada tabel 3 berikut.

Tabel. 3
Populasi dan Sampel Penelitian
No
Nama Sekolah
Jumlah Populasi
Jumlah Sampel
1
2
3
4
5
SMK Negeri 1 Subang
SMK Negeri 2 Subang
SMK Negeri Cipunagara
SMK Radita Yudha
SMK Bina Mandiri
38
34
42
40
26
8
6
10
10
6
Jumlah
160
40

E.     Proses Menjaringan Data
1.       Instrumen Penelitian

a.      Motivasi Berprestasi
1)      Definisi Konsepsual
Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk berhasil, untuk melakukan lebih baik dari lainnya dan untuk menguasai tugas menantang mencakup 6 dimensi dan beberapa indikator penting, yaitu: 1) Dimensi berusaha unggul yang terdiri dari indikator-indikator: a) kerja keras, b) giat bekerja; 2) Dimensi tugas yang terdiri dari indikator-indikator: a) pendorong kesuksesan, b)  mengerjakan tugas; 3) Dimensi rasional yang terdiri dari indikator-indikator: a) tanggung jawab, b) tuntutan tugas; 4) Dimensi tantangan yang terdiri dari indikator-indikator: a) semangat kerja, b) tugas dinas; 5) Dimensi situasi yang terdiri dari indikator-indikator: a) situasi pekerjaan, b) umpan balik.
2)      Definisi Operasional
Motivasi berprestasi adalah skor karakteristik yang menunjukkan ciri-ciri spesifik yang diperoleh responden dari penilaian atas instrumen penelitian yang mengukur variabel Ketahan-malangan. Skala pengukuran dalam instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Likert, dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1.

3)      Dimensi, Indikator dan nomor butir kuesioner
Dimensi dan indikator Motivasi berprestasi mencakup 6 dimensi dan beberapa indikator penting, yaitu: 1) Dimensi berusaha unggul yang terdiri dari indikator-indikator: a) kerja keras, b) giat bekerja; 2) Dimensi tugas yang terdiri dari indikator-indikator: a) pendorong kesuksesan, b)  mengerjakan tugas; 3) Dimensi rasional yang terdiri dari indikator-indikator: a) tanggung jawab, b) tuntutan tugas; 4) Dimensi tantangan yang terdiri dari indikator-indikator: a) semangat kerja, b) tugas dinas; 5) Dimensi situasi yang terdiri dari indikator-indikator: a) situasi pekerjaan, b) umpan balik.



Tabel 4
Dimensi, indikator dan nomor butir kuesioner motivasi berprestasi

No
Dimensi
Indikator
Nomor Butir
Jumlah
1
Berusaha Unggul
a.   Kerja keras
b.   Giat bekerja
1, 2, 3, 4
5, 6, 7, 8
4
4
2
Tugas pokok
a.    Mendorong kesuksesan
b.   Mengerjakan tugas
9, 10, 11, 12
13, 14, 15, 16
4
4
3
Rasional
a.   Tanggung jawab
b.   Tuntutan tugas
17, 18, 19, 20
21, 22, 23, 24
4
4
4
Tantangan
a.    Semangat kerja
b.   Tugas dinas
25, 26, 27, 28
29, 30, 31, 32
4
4
5
Situasi Pekerjaan
a.    Kondisi pekerjaan
b.   Umpan balik
33, 34, 35, 36
37 38, 39, 40
4
4
Jumlah
40


b.      Manajerial Kepala Sekolah
1)        Definisi Konsepsual
Manajer kepala sekolah merupakan suatu usaha pencapaian tujuan program sekolah  melalui kerja sama dengan warga sekolah, di mana dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau sarana pengelolaan pendidikan. Manajer kepala sekolah yang tinggi dapat memberikan motivasi berprestasi bagi warga sekolah. Semakin baik manajer kepala sekolah, maka semakin tinggi motivasi berprestasi  para personil sekolah dalam bekerja.
2)      Definisi Operasional
Manajerial kepala sekolah adalah skor karakteristik yang menunjukkan ciri-ciri spesifik yang diperoleh responden dari penilaian atas instrumen penelitian yang mengukur variabel manajerial kepala sekolah dan ketahan-malangan. Skala pengukuran dalam instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Likert, dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1.

3)      Dimensi, Indikator dan nomor butir kuesioner
Dimensi dan indikato Manajerial kepala sekolah mencakup 5 dimensi dan beberapa indikator-indikator penting yaitu: 1) Dimensi perencanaan yang terdiri dari indikator-indikator: a) kegiatan yang akan dicapai, b) membuat pedoman kerja; 2) Dimensi pengorgainsasian yang terdiri dari indikator-indikator: a) mengatur tugas pekerjaan, b) jenis pekerjaan, c) membuat bagian pekerjaan, d) pelaksana pekerjaan, e) alat yang digunakan, f) penggunaan keuangan; 3) Dimensi penggerakan yang terdiri dari indikator-indikator:  a) menyukai pekerjaan, b) keasadaran dalam pekerjaan; 4) Dimensi pengawasan yang terdiri dari indikator-indikator: a) membuat program pengawasan, b) melaksanakan pengawasan, c) menindaklanjuti hasil pengawasan.





Tabel 5
Dimensi, indikator dan nomor butir kuesioner Manajerial Kepala Sekolah

No
Dimensi
Indikator
Butir Soal
Jumlah
1
Perencanaan
a.  Membuat rencana kegiatan yang akan dicapai
b. Membuat pedoman kerja
1, 2, 3

4, 5, 6
3

3
2
Pengorganisasian
a.       Mengatur tugas pekerjaan
b.      Memilah jenis pekerjaan
c.       Membuat bagian pekerjaan
d.      Petugas pelaksana pekerjaan
e.       Menyaipkan alat yang digunakan
f.       Merencana penggunaan keuangan
7, 8, 9
10, 11, 12
13, 14, 15
16, 17, 18,19
20, 21,22

23, 24, 25
3
3
3
4
3
3
3
Penggerakkan
a.       Membuat suka pada pekerjaan
b.      Kesadaran dalam pekerjaan
26, 27, 28
29, 30, 31
3
3
4
Pengawasan
a.       Membuat program pengawasan
b.      Melaksanakan pengawasan
c.       Menindaklanjuti hasil pengawasan
32, 33, 34
35, 36, 37
38, 39, 40
3
3
3
Jumlah
40


  1. Ketahan-Malangan
1)      Definisi Konsepsual
            Ketahan-malangan adalah daya tahan individu untuk menghadapi tantangan, untuk melakukan lebih baik dari lainnya dan untuk menguasai tugas menantang menuju kesuksesan.         
2)      Definisi Operasional
            Ketahan-malangan adalah skor karakteristik yang menunjukkan ciri-ciri spesifik yang diperoleh responden dari penilaian atas instrumen penelitian yang mengukur variabel manajerial kepala sekolah dan ketahan-malangan. Skala pengukuran dalam instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Likert, dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1.
3)      Dimensi, Indikator dan nomor butir kuesioner
Dimensi dan indikator Ketahan-malangan merupakan salah satu faktor pembentuk kesuksesan bahwa orang hebat dan sukses adalah mereka yang tahan terhadap penderitaan, berani menghadapi tantangan, dan resiko dalam perjalaan hidupnya. Ketahan-malangan mencakup 5 dimensi dan beberapa indikator penting yaitu, 1) Dimensi mengenali emosi diri terdiri dari indikator-indikator : a. mengenal dan memahami emosi diri sendiri, b. memahami penyebab timbulnya emosi; 2) Dimensi mengelola emosi terdiri dari indikator-indikator : a. mengendalikan emosi, b. mengekspresikan emosi dengan tepat; 3) Dimensi memotivasi diri sendiri terdiri dari indikator-indikator : a. optimis, b. dorongan berprestasi; 4) Dimensi mengenal emosi orang lain terdiri dari indikator-indikator ; a. peka terhadap perasaan orang lain, b. mendengarkan masalah orang lain; 5) Dimensi membina hubungan dengan indikator-indikator; a. dapat bekerja sama, b. dapat berkomunikasi
Tabel 6
Dimensi, indikator dan nomor butir kuesioner ketahan-malangan

No
Dimensi
Indikator
Nomor Butir
Jumlah
1.
Mengenali Emosi Diri

a.Mengenali dan memahami emosi diri sendiri
1, 2, 3, 4

4
b.Memahami penyebab timbulnya emosi
5, 6, 7, 8
4
2.
Mengelola Emosi
a.    Mengendalikan
    emosi
9, 10, 11, 12

4
b.    Mengekspresikan emosi dengan tepat
13, 14, 15, 16
4
3
Memotivasi diri sendiri
a.    Optimis
17, 18, 19, 20
4
b.    Dorongan berprestasi
21, 22, 23, 24
4
4
Mengenali Emosi Orang lain
a.    Peka terhadap perasaan orang lain
25, 26, 27, 28

4
b.    Mendengarkan masalah orang lain
29, 30, 31, 32
4
5
Membina Hubungan
a.    Dapat bekerja sama
33, 34, 35, 36
4
b.    Dapat berkomunikasi.
37 38, 39, 40
4
Jumlah
40


2.           Uji Coba Instrumen 
Jumlah butir pernyataan instrumen motivasi berprestasi (Y) manajerial kepala sekolah (X1) dan ketahan-malangan (X2) sebelum uji coba 40 butir. Proses pengembangan instrumen dimulai dengan penyusunan instrumen dengan skala sikap yang terdiri atas lima opsi untuk motivasi berprestasi dan ketahan malangan enam opsi untuk manajerial kepala sekolah, sebanyak 40 butir yang mengacu pada indikator-indikator variabel (Y), (X1) dan (X2) tersebut sebagaimana dituangkan dalam dimensi, indikator dan butir pernyataan yang disebut konseptual instrumen untuk mengukur variabel. Kemudian diteliti untuk memperoleh keabsahan konstruk, sampai berapa kuat butir instrumen telah mengukur, dimensi dan indikator dari variabei-variabel.

3.      Teknik Menjaring Data
Menjaring data dilakukan untuk menguji keabsahan butir instrumen, yaitu: keabsahan internal (keabsahan kriteria) dengan menggunakan koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total instrumen. Statistik yang diguna-kan adalah korelasi Pearson Product Moment (rxy)[2]. Kriteria yang digunakan untuk uji ­keabsahan butir adalah rtabel dengan α = 0,05 artinya jika rhitung lebih besar dari rtabel karena jumlah responden uji coba 20 maka rtabel, maka butir dianggap absah, sedang jika rhitung lebih kecil atau sama dengan rtabel maka butir dianggap tidak absah dan selanjutnya di drop atau tidak digunakan. Selanjutnya butir yang valid dihitung reliabilitasnya dengan menggunakan rumus koefisien Alpha atau Alpha Cronbach.[3]
F.     Hipotesis Statistik
1. Ho :
     2. Ho :
        3. Ho :
    H1  :
         H1  :
            H1  :
Catatan:     Ho       = Hipotesis nol
H1        = Hipotesis penelitian
y1      = Koefisien hubungan X1 dengan Y.
y2      = Koefisien hubungan X2 terhadap Y.
y.12    = Koefisien hubungan X1 dan X2 bersama-sama dengan Y.
X1          = Manajerial Kepala sekolah
X2          = Ketahan-malangan
Y         = Motivasi berprestasi.

G.    Teknis Analisa Data

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara manajerial kepala sekolah dan ketahan-malangan dengan motivasi berprestasi. Dianalisis secara deskriptif dan analisis inferensial. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisa data, sebagai berikut:[4]
1.         Tulis data dan banyaknya data.
2.         Tentukan rentangan (r) = data terbesar – data terkecil.
3.         Tentukan banyaknya kelas interval (k) = 1 + 3,3 log n (sturges).
4.         Panjang interval (i) =
5.         Pilih ujung bawah kelas interval ( I ), didapat ujung atasnya.
6.         Tentukan batas bawah dan batas atas tiap-tiap kelas interval.
7.         Tentukan tanda kelas.
8.         Buat tabulasi, frekuensi dan daftar.
9.         Buat tabel distribusi frekuensi relatif.
10.     Buat tabel distribusi frekuensi kumulatif.
11.     Buat grafik histogram, poligon frekuensi dan ozaiv.
12.     Tentukan median
Dimana:   Me       =  Median (nilai tengah data)
                 b          =  Batas bawa kelas Me
                 p          =  Panjang kelas Me
                 n          =  Banyak data (ukuran sampel)
                 F          =  Jumlah semua frekuensi sebelum kelas Me
13.     Tentukan rerata atau mean ( ) =  atau  =
14.     Tentkan simpangan baku ( S2 ) =   atau  ( S2 )  =  atau (S2)  =   dan   S =  
15.     Tentukan angka baku ( z ) =    untuk  I  = 1, 2, 3, …, n.
16.     Hitung besar peluang untuk tiap-tiap nilai z berdasarkan tabel z adalah F(z) =  0,5  nilai ztabel.
17.     Hitung besar peluang untuk masing-masing kelas interval sebagai selisih luas (Lk) =  F(z2) – F(z1) = F(z3) – F(z2) dst.
18.     Tentukan fc untuk tiap kelas interval sebagai hasil peluang tiap kelas (d) dengan n (banyak data/ukuran sampel) fc = (Lk) x n.[5]
Dilanjutkan pada analisis inferensial berupa Regresi Linear Multipel untuk menguji hipotesis yang dilanjutkan dengan uji dignifikansi dan uji linearitas regresi. Sebelum uji hipotesis perlu dilakukan uji persyaratan analisis data berupa uji normalitas dan homogenitas. Adapun analisis menggunakan prosedur dan rumus-rumus sebagai berikut:
19.     Tentukan uji normalitas gunakan rumus Chi-kuadrat () =
Kriteria uji hitung < tabel maka sampel berasal dari populasi yang berdistri- busi normal
20.     Hitung varians gabungan (S2) =  log S2 dan nilai  B = (db) log S2
21.     Tentukan uji homogenitas dengan Uji Bartlett ()  = (ln N) {B – (∑db) log  Si2
Kriteria ujihitung <tabel maka kelompok data berasal dari populasi yang homogen.
22.     Langkah-langkah analisa data untuk dua variabel bebas dan satu beriabel terikat:
a.    Deskripsi data:
No. Sampel
X1
X2
Y
x1
x2
Y
x12
x22
y2
x1y
x2y
x1x2
A












B












C




































Μ





b.   Model regresi :        =  ao + a1x1 + a2x2
        =  a1x1 + a2x2
     ∑x1y    =  a1∑x12 + a2∑x1x2 ;                ∑x2   =  a1∑x1x2 +  a2∑x22
c.    Jumlah kuadrat:
JK( R ) =  ∑y2; JK(reg)  =  a1∑x1y +  a2∑x2y ;  JK( S ) = JK( R ) – JK(reg)
d.   Uji signifikansi regresi: F  = 
e.    Koefisien korelasi multipel: R2y.12     Ry.12  = 
f.    Uji signifikansi koefisien korelasi :  Fhit  =  
g.   Galat baku taksiran Y atas X1 dan X2  adalah  Sy.12  =
h.   Uji signifikansi koefisien regresi linear multipel:[6]

1)      Galat baku koefisien regresi a1 dan a2:     
Sa1  =  ;             dan        Sa2 
2)      Uji Signifikansi (t) dengan db = n – 3:     t =             ;  dan  t   = 




[1] Moh. Nasir. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia, 2005, hla. 313.
[2] Sudjana, Metoda Statistika, (Bandung: Tarsito, 2002), hal. 368.
[3] Riduwan. op cit., hal. 115.
[4] Husaini Usman. 2003. Pengantar Statistika. Jakarta: Bumi Aksara, hal. 48
[5] Santosa Murwani. 2006. Statistika Terapan. Jakarta: Uhamka Press, hal. 18-19
[6] Santosa Murwani, Statistika Terapan, Jakarta: Uhamka Press, 2007, hal. 45.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar