Rabu, 11 Januari 2012

contoh bab iv



BAB IV
HASIL PENELITIAN
Dalam BAB IV ini,  akan dibahas hasil penelitian yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu (1) deskripsi data, (2) pengujian persyaratan analisis, (3) pengujian hipotesis, dan (4) keterbatasan penelitian. Penyajian deskripsi data masing-masing variabel disajikan secara berturut-turut mulai dari  variabel  terikat dengan perincian sebagai berikut.
A. Deskripsi Data
Gambaran deskriptif disajikan untuk memberikan ukuran pemusatan, dan ukuran persebaran data yang dikumpulkan. Ukuran pemusatan data yang ditampilkan adalah mean, median, modus, sedangkan ukuran persebaran yang dideskripsikan adalah simpangan baku atau standar deviasi.
Deskripsi hasil  penelitian ini memberikan gambaran umum dari masing-masing variabel yaitu: (1) Kepuasan Kerja Guru (X3), (2) Kualitas Supervisi (X1), dan (3) Efektivitas Komunikasi (X2).
      1. Skor Kepuasan Kerja Guru (X3)
                        Instrumen Kepuasan Kerja Guru secara teoretis memilki skor tertinggi 150 dan skor terendah 30. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, diperoleh skor  tertinggi 142 dan skor terendah 71, dengan rentangan nilai 71. Dari hasil perhitungan statistik diperoleh nilai rata-rata sebesar 107,71, median = 109, modus = 109., standar deviasi = 17,85, dan varians = 318,62[1]. Banyak kelas yang diperoleh dalam penelitian ini terditi dari tujuh kelas dengan panjang kelas sepuluh.
`           Distribusi skor frekuensi Kepuasan Kerja Guru secara keseluruhan dapat
dilihat  pada tabel 4.1.a di bawah ini:
          Tabel 4.1.a Distribusi Frekuensi Kepuasan Kerja Guru
No.
Kelas Interval
Frekuensi
Absolut
Frekuensi Relatif (%)
Frekuensi
Komulatif(%)
1
71    81
6
8,82
8,82
2
82    92
9
13,24
22,06
3
93   – 103
12
17,65
39,71
4
104 – 114
16
23,53
63,24
5
115 – 125
14
20,59
83,83
6
126 – 136
7
10,29
94,12
7
137 – 147
4
5,88
100,00

Jumlah
68
100
100
           
            Untuk memperjelas penyajian, berikut disajikan data skor Kepuasan Kerja Guru dalam bentuk histogram.
    Gambar 4.1.b Histogram Skor Kepuasan Kerja Guru

2. Skor Kualitas Supervisi (X1)
            Instrumen Kualitas Supervisi secara teoretis mempunyai  nilai tertinggi 150 dan terendah 30. Berdasarkan hasil pengambilan data dilapangan diperoleh data empiris skor tertinggi 141 dan skor terendah 69, dengan rentangan nila 72. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai rata-rata sebesar  107,49, median = 107, modus = 107, standar deviasi = 17,85, dan varians sebesar 282,69[2] Banyaknya kelas yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari tujuh kelas dengan panjang kelas sepuluh.
            Distribusi skor frekuensi Kualitas Supervisi secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 4.2.a di bawah ini.
            Tabel 4.3.a Distribusi Frekuensi Kualitas Supervisi

No.
Kelas Interval
Frekuensi
Absolut
Frekuensi Relatif (%)
Frekuensi
Komulatif(%)
1
        69     79
4
5,88
5,88
2
        80     90
7
10,29
16,17
3
91   – 101
13
19,12
35,29
4
102 – 112
18
26,47
61,76
5
113 – 123
14
20,59
82,35
6
124 – 134
8
11,77
94,12
7
135 – 145
4
5,88
100,00

Jumlah
68
100
100






            Untuk memperjelas penyajian, berikut disajikan data skor Kualitas Supervisi dalam bentuk histogram.
   Gambar 4.2.b Histogram Kualitas Supervisi
3. Skor Efektivitas Komunikasi (X2)          
            Instrumen Efektivitas Komunikasi secara teoretis memiliki skor tertinggi 145 dan skor terendah 29. Berdasarkan hasil pengamatan data di lapangan diperoleh skor tertinggi 140 dan skor terendah 69  dengan rentangan nilai 10. Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai rata-rata sebesar 109,32, median = 109, modus = 109, standar deviasi = 17,85, dan varians sebesar  277,48[3].  Banyaknya kelas yang dperoleh dalam penelitian ini  terdiri dari tujuh kelas dengan panjang kelas sepuluh
            Distribusi skor frekuensi Efektivitas Komunikasi seara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 4.3.a di bawah ini.


           Tabel 4.3.a Distribusi Frekuensi Efektivitas Komunikasi.

No.
Kelas Interval
Frekuensi
Absolut
Frekuensi Relatif (%)
Frekuensi
Komulatif(%)
1
        69     79
3
4,41
4,41
2
        80     90
9
13,24
17,65
3
91   – 101
12
17,65
35,30
4
102 – 112
14
20,58
55,88
5
113 – 123
13
19,12
75
6
124 – 134
13
19,72
94,12
7
135 – 145
4
5,88
100,00

Jumlah
68
100
100
           
            Untuk memperjelas penyajian, berikut disajikan data skor Efektivitas Komunikasi dalam bentuk histogram.
Gambar 4.3.b Histogram Skor Efektivitas Komunikasi




B. Pengujian Persyaratan Analisis
            Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis. Pengujian persyaratan analisis merupakan persyaratan yang harus dipenuhi meliputi uji normalitas dan uji homogenitas varians.
            Pengujian normalitas dengan uji normalitas galat taksiran (Ŷ - Y) dari suatu regresi sederhana. Uji homogenitas varians yaitu varians kelompok- kelompok skor Y yang dikelompokan berdasarkan kesamaan data variable prediktor (Xі)­.
      1. Uji Normalitas Data
          a. Uji normalitas variabel Kepuasan Kerja Guru (X3)
    Uji normalitas data Kepuasan Kerja Guru dengan menggunakan uji Lilifors. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel diperoleh Lmax sebesar 0,0720[4]. Sedangkan L tabel ( n = 68) pada α = 0,05 sebesar 0,1074. Oleh karena Lhitung (0,07020) < L tabel ( 0,1074), disimpulkan data variabel Kepuasan Kerja Guru (X3) berasal dari data yang berdistribusi normal.
           b. Uji normalitas variabel Kualitas Supervisi Kepala Sekolah (X1)
    Uji normalitas data Kualitas Supervisi dengan menggunakan uji Lilifors. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel diperoleh Lmax sebesar 0,0867[5]. Sedangkan L tabel ( n = 68) pada α = 0,05 sebesar 0,1074. Oleh karena Lhitung (0,0867) < L tabel (0,1074), disimpulkan data variable Kualitas Supervisi (X1) berasal dari data yang berdistribusi normal.
           c. Uji normalitas variabel Efektivitas Komunikasi Antar-pribadi (X2)
             Uji normalitas data Efektivitas Komunikasi dengan menggunakan uji Lilifors. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel diperoleh Lmax sebesar 0,0622[6]. Sedangkan L tabel ( n = 68) pada α = 0,05 sebesar 0,1074. Oleh karena Lhitung (0,0622) < L tabel (0,1074), disimpulkan data variabel Efektivitas Komunikasi (X2) berasal dari data yang berdistribusi normal.
                     Tabel 4. … Rangkuman Uji Normalitas Data
Data Variabel
n
Lhitung
Ltabel (α = 0,05)
Keterangan
X3
68
0,0702
0,1074
Normal
X1
68
0,0867
0,1074
Normal
X2
68
0,0622
0,1074
Normal

          d. Uji Normalitas Galat Taksiran
                        Pengujian normalitas Galat Taksiran regresi X3­­ atas X1, X2, dimaksudkan untuk menguji apakah populasi berditribusi normal atau tidak. Ketentuan pengujiannya adalah Galat Taksiran (Ŷ – Y) berdistribusi normal jika Ho diterima dan tidak berdistribusi normal jika Ho ditolak.
               Ho    : data berasal dari populasi berdistribusi normal
               1      : data berasal dari populasi tidak berdistribusi normal
                        Pengujian persyaratan normalitas Galat Taksiran variabel terikat terhadap variabel bebas dilakukan dengan menggunakan uji Lilifors,­­­[7] dengan kriteria uji:
         Ho diterima, jika Lhitung < Ltabel
         Ho ditolak,  jika  Lhitung > Ltabel.
         1) Uji Normalias Galat Taksiran Regresi X3 atas X1.
                  Pertama–tama dihitung persamaan regresi Y  atas X1.  Selanjutnya dicari nilai Ŷi untuk setiap Xi. Kemudian dicari Y galat (Ŷ – Y) berdasarkan pasangan data tersebut. Selanjutnya dihitung nilai zi, F(zi), S(zi) dan L = F(zi) – S(zi). Lhitung diambil dari L  tertinggi.
                  Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresi Ŷ = … + ….X1. Untuk selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan bantuan program excel for windows, sehingga diperoleh nilai-nilai Lhitung  tertinggi = 0, … dan Ltabel = 0,1074  Dengan demikian karena Lhitung (0,….) < Ltabel (0,1074), maka dapat disimpulkan Ŷ galat dengan persamaan Ŷ = ….. + 0, ….X1 memiliki distribusi yang normal[8].
        2) Uji Normalitas Galat Taksiran Regresi Y atas X2
                        Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresi Ŷ = …. + 0, …X2. Untuk selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan bantuan program excel for windows, sehingga diperoleh nilai Lhitung tertinggi = 0, … dan Ltabel = 0,1074. Dengan demikian karena Lhitung (0,…) > Label (0,1074), maka dapat disimpulkan Ŷ galat dengan persamaan regresi Ŷ = … + …X2 mempunyai distribusi yang normal[9].
                  Secara ringkas hasil pengujian persyaratan normalitas Galat Taksiran dapat dilihat pada tabel …. berikut:




      Tabel ….. Rangkuman Analisis Uji Normalitas Galat Taksiran
Galat Taksiran Regresi Y atas
N
Lhitung
Ltabel (α = 0.05)
Keterangan
X1
68

0,1074
Normal
X2
68

0,1074
Normal

      Keterangan
      Y = Kepuasan Kerja Guru
      X1= Kualitas supervisi
      X2= Efektivitas Komunikasi
      n  = Banyaknya sampel

2. Uji Homogenitas Varians
                  Uji homogenitas varians dimaksudkan untuk menguji homogenitas varians antara kelompok-kelompok skor Y yang dikelompokan berdasarkan kesamaan nilai Xi. Pengujian homogenitas dilakukan dengan uji Barlett. Kriteria pengujiannya adalah terima Ho jika χ2 hitung <  χ‑2tabel pada tarap nyata α = 0,05.
      a. Pengujian Homogenitas Varians X3 atas X1
                  Dari hasil perhitungan untuk pengujian  varians Kepuasan Kerja Guru (X3) atas Kualitas Supervisi (X1) diperoleh harga χ2hitung = ….. sedangkan χ2tabel pada tarap signifikansi α = 0,05 adalah 1,51. Angka ini  menunjukkan bahwa χ2hitung = ‘….. lebih kecil dari harga χ2tabel = ….. Hal ini berarti bahwa hipotesis nol tidak dapat ditolak atau dpat disimpulkan bahwa varians populasi bersifat homogen.
        
         b. Pengujian Homogenitas Varians X3 atas X2
                  Dari hasil perhitungan untuk pengujian varians Kepuasan Kerja Guru (X3) atas Efektivitas Komunikasi  (X2) diperoleh harga χ2hitung = ….. sedangkan χ2tabel pada taraf signifikansi α = 0,05  adalah ….. Angka ini menunjukkanbahwa χ2hitung = …. Lebih kecil dari harga χ2tabel = ….. Hal ini berarti bahwa hipotesi nol tidak dapat ditolak atau dapat disimpulkan bahwa varianspopulasi bersifat homogen. Secara ringkas hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel …..sebagai berikut.
            Tabel …..Rangkuman Hasil Uji Homogenitas.
Galat Taksiran Regresi Y atas
Dk
χ2 hitung
χ2tabel (α = 0.05)
Kesimpulan
X1


0,1074
Normal
X2


0,1074
Normal
              
C. Pengijian Linieritas Regresi
    a. Uji Linieritas Regresi X3 atas X1
               Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa koefisien arah regresi b adalah …, sedangkan harga konstanta a sebesar …… Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka bentuk hubungan ini dapat digambarkan melalui persamaan regresi Y = …. + ….X1. Keberartian dan kelinieran pasangan variable ini terlebih dahulu diuji melalui uji F regresi dan uji F tuna cocok. Hasil pengujian untuk kedua jenis uji F tersebut disajikan dalam bentu rangkuman  pada tabel berikut.
         Tabel …. Analisis Varians Uji Signifikansi dan Linieritas Persamaan Regresi Y =… + …X1­­
               Keberartian dan kelinieran pasangan variable ini terlebih dahulu diuji melalui uji F regresi dan uji F tuna cocok. Hasil pengujian  untuk kedua jenis uji F tersebut disajikan dalam bentuk rangkuman pada tabel berikut.
         Tabel Analisis Varians Uji Signifikansi dan Linieritas Persamaan Regresi Y = …. + ….. X1.
Sumber Varians
dk
JK
RJK
Fh
Ft=0,05
Ft=0,01
Total






Koefisien (a)
Regresi(b/a)
Sisa






Tuna Cocok
Galat







Keterangan:
**sangat signifikan F hitung (…..) > Ftabel (…. ) pada α (0,01)
NS: non signifikan, F hitung (…..)< F table  (…..) pada α (0,05)
dk: derajat kebebasan
JK: Jumlah Kuadrat
RJK: Rata-rata Jumlah Kuadrat

C. Pengujian Hipotesis Penelitian
    1. Pengaruh Kualitas Supervisi Kepala Sekolah (X1) terhadap Efektivitas Komunikasi Antar-pribadi (X2).
                 Hipotesis yang diuji adalah:
          H0 ρ21 = 0
          H1  ρ21 > 0
                 Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien jalur (ρ21) = 0,78. Harga t hitung = …, sedangkan harga t table (α = 0,05) = … dan t table  = 0,01) = … yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima artinya koefisien jalur ini sangat signifikan. Temuan ini dapat diinterprestasikan bahwa Kualitas Supervisi (X1) berpengaruh langsung terhadap Efektivitas Komunikasi (X2). Dengan kata lain, makin baik kualitas supervisi (X1) maka makin tinggi efektivitas komunikasi antar-pribadi (X2).   
    2. Pengaruh Kualitas Supervisi Kepala Sekolah (X1) terhadap Kepuasan Kerja guru (X3).
                  Hipotesis yang diuji adalah:
         H0 : ρ31 = 0
         H1: ρ31 > 0
                   Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien jalur (ρ31) = 0,50.  Harga t hitung = ….., sedangkan harga t table (α = 0,05) = …. dan t table (α = 0,01) = … Fakta ini mengungkapkan bahwa t hitng = > t table (α = 0,01) =…… , yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya koefisien jalur ini sangat signifikan. Temuan ini dapat diinterprestasikan bahwa kualitas supervisi (X1) berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja guru (X3). Dengan kata lain, makin tinggi kualitas supervise maka makin tinggi kepuasan kerja guru.
                                                                                                                                                                                               
    3. Pengaruh Efektivitas Komunikasi Antar-pribadi (X2) terhadap Kepuasan Kerja Guru (X3).
                Hipotesis yang diuji adalah:
         H0 : ρ31 = 0
         H1: ρ31 > 0
                   Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh koefisien jalur (ρ32) = 0,37.  Harga t hitung = ….., sedangkan harga t table (α = 0,05) = …. dan t table (α = 0,01) = … Fakta ini mengungkapkan bahwa t hitng = > t table (α = 0,01) =…… , yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya koefisien jalur ini sangat signifikan. Temuan ini dapat diinterprestasikan bahwa efektivitas komunikasi (X2) berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja guru (X3). Dengan kata lain, makin tinggi kualitas supervisi maka makin tinggi kepuasan kerja guru.
       Tabel Rekapitulasi Hasil Uji Hpotesis

No
Hipotesis
Uji Statistik
Keputusan H0
Kesimpulan
1.
Kualitas Supervisi Kepala Sekolah berpengaruh langsung terhadap Efektivitas Komunikasi Antar-pribadi
H0: ρ21 = 0
H1: ρ21 = 0
ditolak
Memiliki pengaruh sangat signifikan
2.
Kualitas Supervisi Kepala Sekolah berpengaruh langsung terhadap Kepuasan Kerja Guru
H0:  ρ21 = 0
H1: ρ21 = 0
ditolak
Memiliki pengaruh sangat signifikan
3.
Efektivitas Komunikasi Antar-pribadi berpengaruh langsung terhadap Kepuasan Kerja Guru.
H0:  ρ21 = 0
H1: ρ21 = 0
ditolak
Memiliki pengaruh signifikan
           
C. Pembahasan
              Berdasarkan hasil analisis data maka  dapat dilakukan pembahasan sebagai berkut. Dalam konteks menjelaskan konfirmasi teoritik tentang kepuasan kerja tampak bahwa model didukung oleh hasil uji hipotesis setiap koefisien jalurnya.
              Dari hasil analisis data penelitian diperoleh koefisien jalur untuk kualitas supervisi kepala sekolah terhadap efektivitas komunikasi  antar-pribadi adalah 0,78, sementara itu koefisien jalur kualitas supervisi terhadap kepuasan kerja guru adalah 0,50, sehingga dapat dijelaskan bahwa kualitas supervisi lebih berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi dibanding kualitas supervisi terhadap kepuasan kerja guru.  Sementara itu koefisien jalur untuk pengaruh efektivitas komunikasi antar-pribadi terhadap kepuasan kerja guru diperoleh angka 0,37, ini menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru.
               Koefisien jalur pertama yaitu antara kualitas supervisi kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap efektivitas komunikasi antar-pribadi adalah sangat signifikan. Kualitas supervisi berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja guru adalah sangat signifikan. Sementara itu efektivitas komunikasi juga berpengaruh langsung secara  signifikan terhadap kepuasan kerja guru.
              Kenyataan ini menunjukkan bahwa kualitas supervisi dan efektivitas komunikasi mempengaruhi kepuasan kerja guru. Dengan demikian apabila kepuasan kerja guru menurun dapat dipertimbangkan oleh pimpinan untuk memperhatikan aspek kualitas supervisi dan efektivitas komunikasi.
D. Keterbatasan Penelitian
              Sebagai hasil karya manusia tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu hasil penelitian ini dihadapkan pada beberapa keterbatasan antara lain:
               Pertama, kondisi responden dalam mengisi instrumen sebagai alat pengambilan data, disusun sendiri, bukan instrumen baku, yakni hanya dilakukan sekali uji coba validitas dan reliabilitasnya. Oleh karena itu masih dimungkinkan adanya beberapa indikator yang belum terukur. Sebagai konsekuensinya data yang diperoleh dari hasil instrumen ini belum memberikan hasil yang optimal.
              Kedua, dalam penelitian ini hanya melihat  pengaruh dua variabel bebas yang dijadikan predictor dalam kepuasan kerja guru, sementara itu masih banyak factor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru. Sehingga ada kemungkinan variabel-variabel lain yang tidak masuk dalam lingkup penelitian ini.                                                  
             



[1] Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran …… hal. ……
[2] Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran ….., hal. …..
[3] Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4 hal. …….
[4] Perhitungaan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran …. hal, …
[5] Perhitungaan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran …. hal, …
[6] Perhitungaan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran …. hal, …
[7] Sudjana,1996. Metoda Statistika. Bandung: Tarsido. hal, 450 - 452
[8] Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran…. hal, ….
[9] Perhitungna lengkap dapat dilihat pada lampiran…. hal ….